Kategori: Uncategorized

  • Konflik Driver Taksi Konvensional Vs Online di Bandara, Togar Situmorang: Sama-sama Cari Makan, Jangan Arogan

    Konflik Driver Taksi Konvensional Vs Online di Bandara, Togar Situmorang: Sama-sama Cari Makan, Jangan Arogan

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Driver taksi konvensional dan taksi online di Bandara Internasional Ngurah Rai masih saja belum bisa akur.  Gesekan hingga berujung konflik diantara dua kelompok driver ini maaih kerap terjadi.

    Pemicu adalah soal adanya anggapan driver online ini merebut penumpang driver taksi konvensional yang mangkal di bandara. Gesekan ini pun kembali terjadi Minggu (17/3/2019). Bahkan video adu mulut antara driver taksi konvensional dan online yang berujung pada aksi fisik menjadi viral

    Pemerhati kebijakan publik yang juga advokat senior Togar Situmorang, S.H, M.H, M.A.P., menyayangkan insiden ini. Pria yang juga caleg DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar nomor urut 7 dari Partai Golkar ini meminta tidak ada oknum driver taksi konvensional yang sengaja memanaskan suasana dan seolah merasa sok jadian ingin “kuasai lahan” di bandara.

    “Jalur hukum akan kita tempuh untuk memberikan efek jera bagi orang-orang yang merasa sok jagoan (oknum driver taksi konvensional-red). Sama-sama cari makan jangan ada,” tegas Togar Situmorang, Senin (18/3/2019).

    Hal itu diungkapkan Togar ditemui usai menerima perwakilan driver taksi online korban persekusi tersebut yang mendatangi Kantor Hukum Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22, Denpasar. Kedatangan mereka karena
    mereka ingin hak-haknya diperjuangkan.

    “Kita akan kawal kasus ini. Kita sudah buatkan laporkan ke kepolisian dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/06/III/2019/Bali/RestaDps/SekKwsUdr/tanggal 17 Maret 2019,” ungkap Togar Situmorang yang namanya masuk dalam 100 besar advokat terkenal versi Majalah PropertynBank.

    Advokat senior yang dijuluki “panglima  hukum” ini juga menyayangkan adanya pernyataan oknum pihak keamanan Angkasa Pura I yang sepertk menegaskan pihak taksi online dilarang untuk mengambil penumpang di kawasan Bandara sehingga terjadinya tindakan persekusi.

    Tidak Ada Larangan Taksi Online Beroperasi di Bandara

    Togar Situmorang  menjelaskan operasional taksi online ini sudah di dalam Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus. Kriteria Pelayanan Pasal 3 Point A menyebutkan, wilayah operasi berada di dalam kawasan perkotaan dan dari dan ke bandar udara, pelabuhan, atau simpul transportasi lainnya.

    “Artinya tidak ada larangan yang melarang Warga Negara Indonesia untuk mencari nafkah dimana saja. Termasuk taksi online tidak dilarang beroperasi di bandara,” jelasnya.

    Pria yang juga Dewan Penasihat Forum Bela Negara menambahkan, kita semua sama-sama tahu sekarang sudah zamannya dunia dalam genggaman. Artinya cara kerja taksi online tersebut mereka datang karena adanya pesanan dari penumpang. Bukan mereka mangkal seperti taksi konvensional.

    “Kalau memang mereka mangkal dan mengambil lahan mangkal taksi konvensional itu beda cerita. Karena lahan mereka tersebut memang disediakan oleh pihak Bandara, ya wajar mereka marah ujar,” kata Togar.

    “Tapi ini kan tidak. Taksi online datang karena pesanan, lalu mereka pergi ketempat yang sudah di tentukan. Lalu dimana letak salahnya?
    Parkir juga mereka bayar, tambah Togar yang juga Ketua Umum POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar itu.

    Nah, kalau memang taksi online datang karena pesanan, kenapa taksi konvensional mempermasalahkan? “Dari segimananya taksi konvensional di rugikan? tanya Togar Situmorang yang pernah menjadi Ketua Tim Advokasi Cagub-Cawagub Mantra-Kerta dalam Pilgub Bali 2018 silam.

    Ditambahkannya, taksi konvensional sudah dapat lahan parkir di Bandara. Mobil-mobil mereka juga sudah dilabeli taksi. “Tapi ketika para penumpang lebih memilih taksi online, apakah hal tersebut menjadi salahnya taksi online? Mari berpikir jernih. Sama-sama cari makan jangan arogan,”tegas Togar. (wid)

    Bentrok driver taksi konvensional dan taksi online ini terjadi Minggu (17/3/2019). Keributan tersebut berawal dari penghadangan yang dilakukan oleh driver-driver taksi konvensional yang ada di Bandara. Ini karena mereka merasa keberatan adanya taksi online yang mengambil penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

    Pada saat keributan terjadi salah satu pihak keamanan Bandara datang untuk mengamankan situasi. Pihak keamanan yang mengenakan rompi hijau bertulisan Airport Security tersebut menjelaskan bahwa masing-masing pihak silahkan datang ke management Angkasa Pura keesokan harinya. Agar permasalahan tersebut dapat di jembatani, karena untuk berusaha di Bandara ada aturannya.

    Salah seorang driver taksi online yang ada disitu ingin untuk permasalahan tersebut ada solusi dari pihak keamanan Bandara. Namun pihak keamanan Bandara menjelaskan  bahwa dirinya sedang banyak kerjaan lain dan menyarankan keesokan harinya silakan berkoordinasi dengan pihak management Angkasa Pura. Sebab menurut pihak keamanan Bandara dirinya bukan pengambil keputusan.

    Salah satu driver taksi online lainnya juga menayakan kepada pihak keamanan, berarti initinya pihak Angkasa Pura melarang untuk taksi online mengambil penumpang di Bandara? lalu pihak keamanan Bandara menjawab “Iya jelas seperti itu,” tegasnya.

    Karena ada penegasan melarang driver taksi online untuk mengambil penumpang oleh pihak keamanan Bandara, hal tersebut akhirnya memicu driver-driver konvensional untuk mempersekusi driver taksi online hingga menyebabkan salah satu driver online terluka.
    (wid)

  • Rai Wirajaya Serahkan 25 Traktor bagi Petani dan Dana Bantuan Nelayan Rp 5,3 Miliar di Negara

    Rai Wirajaya Serahkan 25 Traktor bagi Petani dan Dana Bantuan Nelayan Rp 5,3 Miliar di Negara

    Jembrana (Panglimahukum.com)

    Anggota Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E.,M.M., memberikan perhatian serius tidak hanya pada dunia perbankan di Bali tapi juga bagi kesejahteraan petani dan nelayan.

    Buktinya Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI juga ikut memperjuangkan dan memfasilitasi  bantuan alat pertanian sebanyak 25 buah traktor dan bantuan kepada nelayan totalnya Rp 5,3 miliar yang diserahkan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (18/3/2019).

    Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan Perikanan yang sebelumnya menjadi aspirasi warga yang juga disampaikan kepada Rai Wirajaya agar dapat dikomunikasikan, diperjuangkan dan difasilitasi di pemerintahan pusat.

    “Saya menjawab aspirasi Wakil Bupati Jembrana dan masyarakat bahwa petani kekurangan traktor dan juga kebutuhan permodalan nelayan yang minim. Ini saya komunikasikan di pusat dan bantuannya diserahkan sekarang,” kata Rai Wirajaya ditemui usai penyerahan bantuan ini.

    Rai Wirajaya yang sudah tiga periode ngayah di DPR RI itu (2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019) berharap bantuan ini dapat meningkatkan produktivitas petani dan nelayan di Jembrana dan tentunya meningkatkan kesejahteraan mereka.

    “Kami harapkan petani padi di Jembrana bisa menghasilkan lebih banyak beras sehingga bisa jadi lumbung beras Bali seperti di Tabanan. Sehingga ke depan bisa swasembada beras dan tidak perlu lagi ada impor beras,” kata caleg petahana DPR RI dapil Bali nomor urut 4 dari PDI Perjuangan ini.

    Nelayan Bisa Perkuat Modal dan Pemasaran

    Terkait dana bantuan kepada nelayan yang totalnya Rp 5,3 miliar nantinya akan digunakan untuk penguatan kelompok nelayan dan untuk pengolahan ikan. Diharapkan para nelayan tetap bisa mencari nafkah dengan usaha lain walau kondisi cuaca buruk dan tidak bisa melaut maupun saat hasil tangkapan ikan minim.

    “Modal para nelayan selama ini sangat minim. Dengan dana bantuan ini banyak hal yang bisa dikerjakan misalnya ikan hasil tangkapan bisa diolah lebih lanjut dan dipasarkan,” kata Rai Wirajaya.

    Acara ini dihadiri Anggota IV BPK RI, Prof. Dr. H. Rizal Djalil, M.M., Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Brahmantya Satyamurti Poerwadi, S.T., Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Sarwo Edhy, S.P, M.M.

    Sejumlah pejabat terkait lainnya juga tampak hadir seperti Direktur Pelabuhan Perikanan Ir. Frits Penehas Lesnussa, M.Si, Sesditjen Perikanan Tangkap Ir. Yuliadi, M.M, Direktur Perencanaan Ruang Laut Ir. Suharyanto, M.Sc., Inspektur II Inspektorat Jenderal KKP Ir. Nur Arif Azizi, M.M.

    Lalu Direktur Pengo|ahan dan Bina Mutu Innes Rahmania, A Pi.,S.Sos.,M.M., Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian  Ir. Tri Susetyo, M.M., Direktur Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan Syarif Syahrial, S.E, M.S.E,

    Kemudian Kepala Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol, Buleleng Singaraja Ir. Bambang Susanto, M.Si.,Kepala Bank Mandiri Kanwil Regional XI Bali Nusa Tenggara Made Turta. (wid)

  • Berikan Pelayanan Terbaik Pelanggan Jeep, Nadia Auto Graha dan Hascar Group Sambut Peserta Java Overland

    Denpasar (Panglimahukum.com)-

    Hascar Group selaku Agen Pemegang Merek (APM) Jeep, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan di seluruh Indonesia termasuk di Bali dan Jawa Timur. Bersamaan dengan kegiatan touring Java Overland  tahun ini  yang bertandang ke pulau dewata Bali, Hascar menyambut para peserta Java Overland di Dealer Resmi Jeep, Nadia Auto Graha (NAG), Minggu (17/3/2019).

    CEO Hascar Group Ari Utama mengatakan bahwa Hascar selaku APM Jeep selalu memiliki komitmen bagi para pelanggan termasuk komunitas Jeep. Saat momen kali ini sekaligus untuk memperkenalkan Dealer Resmi Jeep Bali, Nadia Auto Graha (NAG) yang memiliki kategori 3S (Sales, Service & Spare Parts)

    “Kami menyambut baik kegiatan touring Java Overland dari teman-teman komunitas yg hadir di Bali. Kami akan terus dukung kegiatan komunitas datang ke Bali untuk menyambut peserta Java Overland sekaligus mengunjungi Dealer Resmi Jeep di Bali,” jelas Ari Utama.

    Sementara Direktur Nadia Auto Graha, Vigor Agungwaluya juga menyambut baik kedatangan Hascar selaku Agen Pemegang Merek (APM) Jeep dan para peserta Java Overland di Bali.
    Dikatakannya juga termasuk peserta Java Overland yg bertandang ke Bali adalah pelanggan setia Jeep.

    Pihaknya pun berharap dapat memenuhi harapan konsumen terhadap produk Jeep, khususnya di wilayah Bali dan sekitarnya. “Karena dengan adanya dealer resmi 3S akan memudahkan pelanggan secara resmi mendapatkan layanan pembelian, layanan purna jual dan layanan workshop di Bali,” Jelas Vigor.

    Juga Kenalkan All New Wrangler JL dan Jeep All New Compas

    Imam Taufik selaku  Event Director Java Overland  atas nama para peserta Java Overland mengucapkan terima kasih kepada Hascar sebagai APM Jeep dan Nadia Auto Graha, Dealer Resmi Jeep Bali yang mendukung kegiatan tahunan komunitas pecinta Jeep ini.

    Dengan adanya bagian dari dealer networking Hascar Group di Bali, bersama itu pula Hascar memberikan komitmen yang tinggi bagi para pelanggan yang pada akhirnya akan memberikan juga ketenangan (peace of mind) bagi pemilik kendaraan Jeep untuk mendapatkan unit baru dan merawat mobil mereka. Tidak hanya itu, hadirnya dealer anyar akan memberikan warna baru di pasar otomotif wilayah Bali dan sekitarnya.

    Dalam kesempatan ini, para peserta touring juga dapat melihat langsung dua mobil terbaru keluaran Jeep yang telah hadir di pulau Dewata yakni All New Wrangler JL dan Jeep All New Compas (premium SUV) yang secara khusus juga dipamerkan Dealer Nadia Auto Graha untuk pacar pecinta Jeep.

    Sementara terkait pengembangan dealer resmi Jeep di Indonesia terus direncanakan akan berjumlah lima dealer hingga tahun ini. Selain juga beberapa dealer resmi di luar kota Jakarta  yang akan segera bergabung seperti Bogor, Bandung, Surabaya, Medan dan Kalimantan. (wid)

  • Dealer Nadia Auto Graha Sambut “Touring Java Overland” Pecinta Jeep, Kenalkan All New Wrangler JL dan Jeep All New Compas

    Denpasar (Panglimahukum.com)-

    Dealer Jeep ternama di Bali Nadia Auto Graha menyambut dan menerima kehadiran ratusan anggota komunitas pemilik dan pecinta mobil Jeep yang menggelar touring Java Overland dari Jawa ke Bali. Mereka tiba di dealer resmi Jeep ini yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur No. 777 Denpasar, Minggu siang (17/3/2019).

    Lebih dari 40 mobil Jeep berbagai jenis ikut memeriahkan touring di Bali ini. Kehadiran mereka langsung disambut hangat Direktur Nadia Auto Graha Vigor Agungwaluya, Chief Executive Officer (CEO) Hascar (satu-satunya Agen Pemegang Merek/APM Jeep di Indonesia)  Ari Utama bersama Chief Marketing Officer Hasca Arry Bw Sng.

    “Kami  mengapresiasi dan menyambut teman-teman peserta Touring Java Overland ini. Ini juga  bagian menjaga komitmen penggunaan Jeep di Bali,” kata Direktur Nadia Auto Graha Vigor Agungwaluya.

    Pihaknya mengaku senang dan bangga dapat berkumpul bersama para pencinta Jeep dari berbagai daerah ini dan juga sambil berbagi pengalaman dan informasi terkini seputar mobil terbaru keluaran Jeep.

    Vigor juga menerangkan Jeep di Bali sudah ada sejak tahun 1994 dengan masuknya Cherokee, dan Wrangler. Jadi Jeep bukan suatu yang baru. Pecinta otomotif di Bali kenal brand ini sudah sejak 25 tahun lalu.

    “Kami yakin pecinta Jeep ini makin banyak dan terus berkembang. Komunitas Jeep juga akan semakin kuat,” tegas pria yang juga fans berat Jeep ini.

    All New Wrangler JL Lebih Bertenaga

    Dalam kesempatan ini, para peserta touring juga dapat melihat langsung dua mobil terbaru keluaran Jeep yakni All New Wrangler JL dan Jeep All New Compas (premium SUV) yang secara khusus juga dipamerkan Dealer Nadia Auto Graha untuk pacar pecinta Jeep ini.

    CEO Hascar Ari Utama menjelaskan All New Wrangler JL ini lebih bertenaga dari  seri sebelumnya dengan mesin berkekuatan 2000 CC turbo. Kemudian kekuatan torsi juga naik jadi 400. Dengan tenaga yang  besar, All New Wrangler JL ini sangat cocok bagi pecinta off-road

    “Banyak perubahan dari dapur pacu, mesin turbo, suspensi jauh lebih nyaman, interior juga berubah total. Ini akan membuat pecinta Wrangler makin tampil gagah dan berkelas,” kata Ari Utama.

    Pihaknya pun optimis penjualan dua produk baru Jeep ini akan menggembirakan. Terlebih saat ini sudah ada terjual mencapai 100 unit dan banyak yang masuk daftar pesanan secara ident atau masuk daftar tunggu karena mobil belum tersedia. (wid)


  • Agus Putra Sumardana Sesalkan UNBK di Klungkung Terganjal Minimnya Bantuan Komputer

    Agus Putra Sumardana Sesalkan UNBK di Klungkung Terganjal Minimnya Bantuan Komputer

    Klungkung (Panglimahukum.com)

    Tokoh muda Klungkung I Putu Agus Putra Sumardana yang juga caleg DPRD Bali dari Partai Hanura dapil Klungkung nomor urut 2 menyayangkan tidak semua SMPN (Sekolah Menengah Pertama) siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019.

    Hanya sembilan dari 24 SMP di Klungkung yang siap UNKB. Hal ini dikarenakan terbatasnya jumlah komputer yang dimiliki masing-masing SMP di Klungkung.  Di sisi lain pada APBD Induk 2019 ini Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) Klungkung tidak menganggarkan bantuan komputer bagi sejumlah SMP di Klungkung.

    “Seharusnya kebutuhan komputer untuk UNBK sudah bisa diantisipasi tahun lalu dan dianggarkan bantuannya tahun ini. Tapi karena tidak, siswa SMP yang jadi korban tidak bisa ikut UNBK dan harus tetap ujian manual,” kata Agus Putra Sumardana ditemui di sela-sela simakrama dengan warga di Klungkung, Minggu (17/3/2019).

    Ia berharap Pemkab Klungkung bersama Pemprov Bali serius untuk membangun pendidikan di Klungkung. Salah satunya melalui peningkatan bantuan sarana prasarana bagi sekolah mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK.

    “Kami berharap di tahun 2019 semua sekolah SMP dan SMA/SMK di Klungkung bisa semua ikut UNBK. Dan semoga tidak ada lagi alasan karena keterbatasan komputer,” harapnya penasehat DPC Partai Hanura Kabupaten Klungkung itu.

    Cepat Tangani Sekolah Rusak

    Agus yang juga advokat muda ini menegaskan pembangunan SDM masyarakat Klungkung harus terus mendapatkan perhatian serius baik melalui jalur formal di lembaga pendidikan maupun jalur informal. Tidak boleh juga ada siswa putus sekolah yang tidak tertangani atau tidak dapat bantuan.

    Juga tidak boleh ada cerita sekolah rusak hingga membuat guru dan siswa was-was. Seperti yang terjadi di sejumlah ruang kelaa SDN 1 Tojan, Klungkung yang dalam keadaan rusak dengan kondisi plafon yang sudah rapuh.

    “Perbaikan sekolah rusak ini harus cepat dan jadi prioritas dalam ABPD 2020 baik oleh Pemkab Klungkung maupun Pemprov Bali. Jangan sampai siswa jadi korban,” tandas pria asal Banjar Kaleran, Desa Bumbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung yang baru saja melepas masa lajang ini

    Seperti diberitakan sebelumnya sembilan dari 24 SMP di Klungkung siap menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang rencananya mulai pada Senin, 22 April Tahun 2019. Sekolah-sekolah ini yakni SMPN 4 Banjarangkan baru pertama bisa menyelenggarakan UNBK tahun ini. Sementara sisanya selapan SMP yang sudah UNBK sejak tahun lalu.

    Yakni SMP Negeri 1 Banjarangkan, SMP Negeri 2 Banjarangkan, SMP Negeri 1 Semarapura, SMP Negeri 2 Semarapura, MTs Hasanudin Semarapura, SMP Negeri 1 Dawan, SMP Negeri 1 Nusa Penida, dan SMP Negeri 2 Nusa Penida Sedangkan 15 SMP lainnya terpaksa masih harus menggelar ujian secara manual dengan kertas.  (wid)

  • Dr. AAN Eddy Supriyadinata Gorda Pimpin Perdiknas Pasca Jubileum Emas, Jadikan Perdiknas Tujuan Bukan Pilihan

    Denpasar (Panglimahukum.com)-

    Yayasan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar kini berganti nahkoda. Organisasi pendidikan yang baru saja genap berusia 50 tahun (jubileum emas) pada 31 Desember 2018 ini kini dipimpin Dr. A.A.Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.M.

    Pengukuhan akademisi yang akrab disapa Gung Eddy itu sebagai Ketua Perdiknas Periode 2019-2024 dilakukan di kantor Perdiknas Denpasar, Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar, Senin pagi (11/3/2019. Gung Eddy dipercaya menggantikan Ketua Perdiknas sebelumnya yang sudah menjabat dua periode (10 tahun) yakni Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H.

    Dalam menahkodai dan memajukan Perdiknas berikut tiga unit lembaga pendidikan di bawahnya yakni SMP Nasional Denpasar, SMK Teknologi Nasional dan Undiknas (Universitas Pendidikan Nasional) Denpasar, Gung Eddy dibantu pengurus baru lainnya. Yakni Wayan Sri Maitri, S.E., M.M., selaku Sekretaris Perdiknas dan Ketut Gede Sri Diwya, S.T., M.Int.Bus., M.Int.Tech., selaku Bendahara Perdiknas.

    Ditemui usai pengukuhan ini, Ketua Perdiknas periode 2019-2024 Dr. A. A. N. Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.M., mengaku tidak terlalu banyak hal yang akan diubah selama masa kepemimpinannya lima tahun ke depan. Sebab dirinya merasa telah mewarisi sistem dan pondasi organisasi yang kokoh termasuk juga budaya organisasi yang menjadi pegangan kuat dalam mengelola Perdiknas dan unit lembaga pendidikan di bawahnya.

    Ia juga merasa seperti diberikan blessing (berkah) dan dimudahkan dengan adanya Renstra  (Rencana Strategi) dan Statuta yang menjadi rel untuk bekerja memimpin Perdiknas. Apalagi Perdiknas sudah  berusia 50 tahun, jadi tidak mulai dari nol lagi, melainkan pengurus baru tinggal bekerja lebih cepat.

    “Sederhana saja. Perdiknas sudah 50 tahun , tidak perlu banyak diubah dan tidak perlu mulai dari nol. Sudah ada Renstra yang bagus, budaya organisasi sudah kuat. Kita tinggal lanjutkan dan lakukan peningkatan,” ungkapnya lantas mengajak bekerja bersama menjadikan Perdiknas sebagai tujuan bukan pilihan dalam mengenyam pendidikan.

    Besarkan Perdiknas Jadi Rumah Bersama

    Hal senada disampaikan Ketua Perdiknas sebelumnya yang sudah menjabat dua periode (10 tahun) yakni Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, S.H., M.M., M.H. Menurutnya jika ibaratnya bangunan, pondasi, dinding dan atap Perdiknas sudah dibuat sedemikian kokohnya. Sekarang tinggal bagaimana lebih membesarkan Perdiknas menjadi rumah bersama.

    “Sesuai Renstra. Mari jadikan Perdiknas bukan sebagai pilihan tapi sebagai tujuan masyarakat Bali, nasional dan internasional dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM,” tegas akademisi juga Ketua BKOW (Badan Kerjasama Organisasi Wanita) Bali dan Ketua Umum DPD IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha) Bali itu.

    Ia juga meyakini para pengurus baru ini tidak akan kesulitan mengembangkan Perdiknas karena sudah berpengalaman di berbagai organisasi khususnya di salah satu unit pendidikan di bawah Perdiknas yakni Undiknas.

    Dalam kesempatan ini hadir pula salah satu pendiri utama Perdiknas yakni Drs. Ketut Sambereg, M.M., bersama Rektor Undiknas Periode 2019-2024 yang baru akan dilantik Selasa (12/3/2019) Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., bersama Rektor sebelumnya Prof. Ir. Gede Sri Darma, S.T., M.M., D.B.A.

    Tampak hadir  juga Dekan Dekan Fakultas Hukum Undiknas Dr. A. A. Ayu Sri Rahayu Gorda, S.H., M.M., Dr. A. A. N. Oka Suryadinata Gorda, S.E., M.M., dan para unsur pimpinan lainnya baik dari Undiknas, SMK Teknologi Nasional  dan SMP Nasional. (wid)