Giri Prasta Makin Tak Terbendung! Togar Situmorang: Peluang Aklamasi Ketua KONI Bali Sangat Besar

Denpasar, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta semakin menguat sebagai calon tunggal Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali masa bakti 2026–2030. Dinamika menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Bali memperlihatkan arah yang semakin jelas setelah sejumlah figur yang sebelumnya disebut akan maju dalam bursa pencalonan memilih untuk mundur.

Salah satu dukungan kuat terhadap Giri Prasta datang dari kalangan praktisi hukum dan tokoh olahraga Bali, Dr. Togar Situmorang yang akrab disapa Bang Togar. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Giri Prasta untuk memimpin KONI Bali pada periode mendatang. Bang Togar yang dikenal sebagai advokat dan praktisi hukum serta kebijakan publik ini juga menjabat sebagai Ketua Gojokai Karate Bali. Ia bahkan pernah maju sebagai calon Ketua Umum KONI Bali pada periode 2022 lalu.

Menurut Bang Togar, peluang Giri Prasta untuk terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi KONI Bali sangat terbuka lebar. Hal itu terutama setelah dua kandidat lain yang sebelumnya disebut-sebut akan maju, termasuk Agung Diptha, memilih untuk mundur dari kontestasi. “Bapak I Nyoman Giri Prasta sudah resmi mengambil formulir pendaftaran sebagai Bakal Calon Ketua Umum KONI Bali pada awal Maret 2026. Melihat dinamika yang berkembang, peluang beliau untuk terpilih secara aklamasi dalam Musprov KONI Bali sangat besar,” ujar Bang Togar kepada PancarPOS pada Minggu (7/3/2026).

Ia menilai Giri Prasta memiliki pengalaman kepemimpinan yang kuat serta kemampuan manajerial yang mumpuni untuk membawa organisasi olahraga terbesar di Bali tersebut ke arah yang lebih maju dan profesional. Selain itu, visi dan misi yang disampaikan Giri Prasta dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan olahraga Bali saat ini. Bang Togar mengungkapkan bahwa dalam audiensi dengan pengurus KONI Bali saat ini, Giri Prasta menekankan pentingnya melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga di Bali.

Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penerapan sport science dalam proses pembinaan atlet. Menurut Bang Togar, pendekatan sport science merupakan kebutuhan mendesak bagi dunia olahraga modern. Pembinaan atlet tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus berbasis pendekatan ilmiah yang terukur. “Penerapan sport science akan membuat proses pembinaan atlet menjadi lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Ini sangat penting agar atlet Bali mampu bersaing secara maksimal di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Pendekatan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari analisis performa atlet, peningkatan kondisi fisik berbasis data, manajemen nutrisi, pemulihan cedera, hingga dukungan psikologi olahraga. Selain penguatan sistem pembinaan, Giri Prasta juga menaruh perhatian besar terhadap pembangunan serta renovasi infrastruktur olahraga di Bali. Bang Togar menilai ketersediaan fasilitas olahraga yang representatif menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi. Ia menyebut salah satu perhatian yang disampaikan Giri Prasta adalah kebutuhan renovasi serta pengembangan gedung olahraga (GOR) yang memenuhi standar kompetisi nasional maupun internasional.

“Infrastruktur olahraga yang baik adalah fondasi penting bagi lahirnya atlet berprestasi. Karena itu renovasi GOR dan pembangunan fasilitas olahraga yang representatif harus menjadi prioritas,” katanya. Bang Togar juga menilai gagasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga di Bali merupakan langkah yang sangat strategis. Menurutnya, dunia olahraga Bali membutuhkan pembenahan yang komprehensif, mulai dari tata kelola organisasi, sistem pembinaan atlet, hingga pola dukungan terhadap cabang-cabang olahraga.

Evaluasi tersebut penting dilakukan agar Bali mampu meningkatkan kembali prestasinya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) yang selama ini menjadi barometer prestasi olahraga antar daerah di Indonesia. “Bali memiliki banyak atlet berbakat di berbagai cabang olahraga. Dengan sistem pembinaan yang lebih modern, dukungan infrastruktur yang memadai, serta manajemen organisasi yang kuat, saya yakin prestasi olahraga Bali bisa kembali meningkat di ajang nasional seperti PON,” tegasnya.

Ia juga berharap kepemimpinan baru di KONI Bali nantinya mampu membangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta para pelaku olahraga di Bali. Menurut Bang Togar, kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan. Musyawarah Provinsi KONI Bali yang akan digelar dalam waktu dekat diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi konsolidasi dunia olahraga di Pulau Dewata.

Jika dukungan terhadap Giri Prasta terus menguat seperti saat ini, bukan tidak mungkin proses pemilihan Ketua Umum KONI Bali periode 2026–2030 akan berlangsung secara aklamasi. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan adanya harapan besar dari berbagai kalangan agar kepemimpinan KONI Bali ke depan mampu membawa perubahan nyata bagi kemajuan olahraga di Bali. Bang Togar pun menegaskan bahwa dirinya siap memberikan dukungan dan kontribusi demi kemajuan olahraga Bali di bawah kepemimpinan yang baru.

“Pada prinsipnya kita semua memiliki tujuan yang sama, yakni memajukan olahraga Bali dan meningkatkan prestasi atlet-atlet Bali di tingkat nasional. Karena itu saya mendukung penuh Bapak I Nyoman Giri Prasta untuk memimpin KONI Bali ke depan,” tutup Bang Togar.