Blog

  • Panglima Hukum Togar Situmorang Sesalkan Anggota DPRD Bali Main Pukul Seperti Preman, Coreng Citra Dewan

    Panglima Hukum Togar Situmorang Sesalkan Anggota DPRD Bali Main Pukul Seperti Preman, Coreng Citra Dewan

    Foto: Pengamat kebijakan publik dan advokat yang dijuluki Panglima Hukum Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P.

    Denpasar (Panglimahukum.com)-

    Pengamat kebijakan publik dan advokat yang dijuluki Panglima Hukum Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., menyayangkan adanya aksi pemukulan atau adu jotos antar sesama Anggota DPRD Bali di Renon, Selasa (14/5/2019).

    Bagi advokat yang masuk di dalam Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini aksi tidak terpuji yang dilakukan Anggota Dewan ini sangat memalukan dan mencoreng citra DPRD Bali sebagai lembaga yang terhormat.

    “Kok Anggota DPRD bertingkah seperti preman pasar, arogan melakukan aksi kekerasan di kantor Dewan pas mau sidang paripurna,” sesal Togar Situmorang, Selasa malam (14/5/2019) saat ditanya tanggapannya atas kasus pemukulan ini.

    Aksi main pukul di DPRD Bali ini seakan membuktikan kekhawatiran Togar Situmorang bahwa jangan sampai lembaga terhormat ini diisi para politisi yang berwatak “preman” dan “tuyul”. Artinya suka mengintimidasi, melakukan kekerasan dan bisa saja juga suka mencuri uang rakyat.

    “Dulu sempat saya bilang jangan sampai lembaga legislatif diisi orang-orang berwatak preman dan tuyul berdasi pakai pin Anggota DPRD,” kata pengacara yang masuk di dalam 100 Advokat Hebat versi majalah PropertynBank ini.

    “Kalau sudah begini (ada pemukulan Anggota DPRD Bali-red) kan rakyat dipertontonkan hal yang tidak baik dan memalukan,” ujarnya Togar yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang juga rekanan bisnis usaha OTO 27 yang bergerak di bidang, Insurance AIA, Property penjualan Villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, Food Court dan juga Barber Shop.

    Yang lebih disayangkan lagi insiden pemukulan ini terjadi antar anggota Dewan yang masih satu partai yakni sama-sama sebagai kader PDI Perjuangan dan juga bertugas di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali.

    Jadi hal ini selain mencoreng dan mencederai citra lembaga DPRD Bali juga sangat mencoreng wajah PDI Perjuangan sebagai partai penguasa di Bali dengan punya Gubernur Bali I Wayan Koster dan juga kursi mayoritas di DPRD Bali baik hasil Pileg 2014 maupun hasil Pileg 2019 yang baru saja usai.

    “Kami harapkan Badan Kehormatan (BK) DPRD Bali memberikan sanksi bagi oknum Anggota Dewan yang terlibat pemukulan ini. Keduanya harus dikenai saksi. Induk partainya juga harus memberikan sanksi tegas,” harap Togar yang juga masuk di dalam Best Winners – Indonesia Business Development Award ini.

    Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini pun berharap kasus ini agar menjadi bahan pembelajaran dan introspeksi diri bagi Anggota DPRD Bali lainnya agar jangan sampai terulang kembali. Sebab nama dan citra lembaga terhormat ini akan dipertaruhkan.

    “Cukup sekali ini saja ada main pukul. Jangan sampai DPRD Bali dicap lembaga kumpulan preman pasar. Miris kita melihatnya,” tutup advokat asal Sumatra Utara yang saat ini sedang menyelesaikan program S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana.

    DPRD Bali Jadi “Arena UFC”

    Seperti diberitakan sebelumnya, pukulan telak yang dilayangkan Anggota Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai terhadap rekannya Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana Selasa (14/5/2019)  pagi sebelum sidang paripurna DPRD Bali.

    Kedua anggota dewan ini sama-sama merupakan kader PDI Perjuangan. Dimana Kadek Diana merupakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali dan Dewa Rai merupakan salah satunya anggotanya.

    Kejadian pemukulan ini sontak membuat Anggota DPRD Bali lainnya geger dan terkejut serta tak habis pikir “setan” apa yang merasuki pikiran Anggota Dewan ini hingga tega melakukan pemukulan dan mencoreng citra lembaga legislatif ini.

    Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat dikonfirmasi Selasa (14/5/2019) juga mengaku terkejut dengan peristiwa pemukulan yang melibatkan Dewa Rai dan Kadek Diana. Namun sama seperti Tamba, Adi Wiryatama juga mengaku tidak tahu dan tidak menyaksikan langsung peristiwa pemukulan ini.

    Pria yang juga Dewan Penasehat DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berharap keduanya dapat menahan diri dan tetap menjaga nama baik lembaga DPRD Bali apapun masalah yang terjadi.

    “Kalau ada salah paham, mari kita selesaikan dengan kepala dingin,” ujar mantan Bupati Tabanan ini.

    Adi Wiryatama mengungkapkan pemukulan dipicu adanya kesalahpahaman diantaranya kedua kader PDI Perjuangan ini. Dikabarkan keduanya tidak akur di grup WA internal Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali. Bahkan keduanya juga dikabarkan kerap terlibat saling sindir dan saling ejek di media sosial.

    Tidak terima dengan “hadiah bogem mentah” yang diterimanya, Kadek Diana sontak melaporkan Dewa Nyoman Rai ke Mapolda Bali Selasa (14/5/2019) siang. Ia melapor lantaran dipukul Dewa Rai saat menunggu sidang paripurna di Kantor DPRD Bali.

    “Pelipis kiri saya dipukul dengan tangan kosong. Tapi sepertinya dia pakai cincin,” ucap Kadek Diana ketika ditemui saat melapor ke Mapolda Bali sembari menunjukkan luka memar serta benjol di alis kirinya. (wid)

  • “Panglima Hukum” Togar Situmorang dan “Panglima Perang” Ismaya Damaikan Supir Taksi Online dan Konvensional

    “Panglima Hukum” Togar Situmorang dan “Panglima Perang” Ismaya Damaikan Supir Taksi Online dan Konvensional

    Foto: Panglima Hukum Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., dan I Ketut Putra Ismaya memediasi pertemuan pihak taksi konvensional dengan pihak taksi online di Kantor Hukum TOGAR SITUMORANG, Jl. Gatot Subroto Timur No.22 Denpasar, Sabtu (11/5/2019).

    Denpasar (Panglimahukum.com)-

    Pihak taksi konvensional mengadakan pertemuan dengan pihak taksi online di Kantor Hukum TOGAR SITUMORANG, Jl. Gatot Subroto Timur No.22 Denpasar, Sabtu (11/5/2019).

    Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Panglima Hukum Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang juga rekanan bisnis usaha OTO 27 yang bergerak di bidang, Insurance AIA, Property penjualan Villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, Food Court dan juga Barber Shop.

    Mediasi tersebut berlangsung secara hangat yang dimana perwakilan taksi konvensional diwakili oleh I Ketut Putra Ismaya dan taksi online diwakili oleh Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang merupakan Dewan Penasehat Taxi Online sekaligus sebagai Kuasa Hukum pelapor (korban).

    Di dalam pembahasan tersebut sebenarnya masing-masing pihak sudah saling sama-sama mendukung satu sama lain tentang pembagian atau pengambilan penumpang di bandara serta menjaga kondusivitas.

    Hanya aturan yang dikeluarkan oleh pihak bandara belum diterapkan sepenuhnya hingga masing-masing pihak masih berpegang pada aturannya masing-masing.

    I Ketut Putra Ismaya sebagai penasehat di taksi konvensional menjelaskan, orang Hindu Bali bisa ditahan hanya karena cari makan di “gumi pedidi” (tanah kelahiran sendiri).

    “Saya sangat miris melihatnya. Masa hanya karena hal sepele sampai dipenjara, dan para pejabat Bali tidak ada yang bertindak secara tuntas, hanya bertindak di permukaan saja tapi tidak ada penyelesaian,” tegas Ismaya.

    “Biar sekarang Rahinan Jagat Saraswati tapi patut juga kita harus berbuat untuk ngayahin jagat,” imbuh Ismaya yang akrab juga disapa KERIS ini.

    Terkait gesekan yang sempat terjadi antara pihak supir taksi online dan konvensional, Ismaya mengajak semua pihak menahan diri dan saling menghargai.

    “Intinya kita juga menghargai nyame online karena mereka nyame NKRI yang kita punya. Pasti kita punya saudara yang hidup di luar Bali, agar mereka juga dihargai,” jelas Ismaya.

    “Ini bukti saya siap Ngayahin Gumi Bali, tidak dengan jabatan atau kursi tapi bukti yang pasti,” tandas Ismaya yang sempat mencalonkan diri sebagai calon DPD RI dapil Bali pada Pemilu Serentak 2019 ini.

    Sama-sama Cari Makan, Jangan Arogan

    Sementara itu Dewan Penasehat Taxi Online Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., menambahkan untuk baik supir taksi online maupun konvensional ini sama-sama cari makan.

    “Jadi jangan sampai ada yang arogan. Lebih baik mengalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama permasalahan hukum seperti yang terjadi di Bandara Ngurah Rai dahulu,” ajak advokat senior yang masuk di dalam 100 Advokat Hebat versi majalah PropertynBank ini.

    Pada kesempatan itu Advokat asal Sumatra Utara ini berharap juga tetap waspada dari pihak-pihak lain yang ingin memprovokasi dan hanya mencari panggung politik tanpa niat menyelesaikan terkait permasalahan taksi online dan aksi konvensional tersebut.

    “Jangan mau diprovokasi atau dijadikan alat untuk mencari panggung politik,” ajak Togar Situmorang yang masuk di dalam Indonesia 50 Best Lawyer Award 2019 ini.

    Togar Situmorang yang masuk di dalam Best Winners – Indonesia Business Development Award ini akan mengadakan pertemuan secara berkala untuk membahas perkembangan permasalahan tersebut sehingga ke depan masing-masing pihak lebih bisa bijak.

    “Harapannya ke depannya semoga suasana kondusif dalam mencari nafkah tanpa was was dan itu seperti yang kita semua harapkan,” ujar Ketua Umum POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini

    Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini juga mengajak permasalahan yang ada  diselesaikan secara baik dan yang ditahan agar segera bisa selesai permasalah hukumnya serta dapat berkumpul dengan keluarganya kembali.

    “Astungkara sudah ketemu jalan keluarnya nyame Hindu Bali segera kita proses penangguhan penahanannya. Dan semoga pihak aparatur hukum lainnya dapat memberikan kesempatan untuk tidak mempermasalahkan terkait proses tuntutan atau vonis hakim agar semua pihak bisa bersama kembali,” kata Togar Situmorang

    Advokat yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini pun berharap ke depannya tidak ada lagi persekusi atau tindakan-tindakan penganiayaan di lapangan. (wid)

  • Nyaleg DPRD Bali, Togar Situmorang “Nothing to Lose”, Siap Melayani sebagai Panglima Hukum maupun Wakil Rakyat

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Apa yang harus dipersiapkan oleh para caleg jelang pencoblosan Pileg 17 April 2019 yang sudah makin dekat di depan mata dan tinggal menghitung hari?

    Tentu jawabannya bisa beragam. Namun mayoritas pasti menjawab bagaimana mengamankan suara dan semakin marapatkan konsolidasi dengan tim pemenangan maupun relawan.

    Sebagian juga tampak jumawa, merasa sudah aman untuk terpilih sebagai anggota legislatif dan mengklaim tinggal menunggu hari kemenangan saja di 17 April 2019.

    Mungkin mereka yang merasa “sudah 100 persen” terpilih ini lupa bahwa politik itu sangat dinamis. Situasi bisa berubah dalam hitungan detik. Belum lagi ada “faktor X” seperti “garis tangan” atau suratan takdir dari sang maha pencipta.

    Namun jawaban yang sangat bijak terlontar dari dari Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., caleg DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar nomor urut 7 dari Partai Golkar.

    Advokat senior yang juga dijuluki “Panglima Hukum” ini walau dalam hati kecilnya ia optimis berpeluang lolos sebagai anggota legislatif di Renon, namun ia tidak mau jumawa dan menepuk dada.

    Ia tetap berpegang teguh pada komitmen dan keyakinan yang juga melandasi perjalanannya nyaleg maupun kehidupan profesionalnya  sebagai advokat yakni “Siap Melayani Bulan Dilayani.”

    “Saya nothing to lose saja. Tulus berjuang dan ikhlas apapun hasilnya dengan perjuangan saya selama ini dan juga berkat restu Tuhan,” kata Togar Situmorang yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jl. Tukad Citarum No. 5A Renon, Jl. Bypass Ngurah Rai No.407, dan di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar saat ditemui Rabu (3/4/2019).

    Nyaleg dengan Spirit Sewaka Dharma, Siap Melayani Bukan Dilayani

    Bagi Togar terpilih atau tidak dirinya sebagai wakil rakyat, ia tetap mengusung spirit pelayanan. Entah sebagai anggota legislatif maupun hanya tetap sebagai Panglima Hukum menegakkan keadilan dan kebenaran dalam proses hukum.

    Sebab ia sangat meresapi betul spirit dan filosofi “Sewaka Dharma” atau “melayani adalah kewajiban” yang menjadi landasan filosofis komitmen dan tagline yang diusung yakni “Siap Melayani Bukan Dilayani.”

    “Tidak harus jadi wakil rakyat di Renon jadi Panglima Hukum pun saya tetap bisa melayani masyarakat mencari keadilan,” kata pria yang juga merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang, Insurance AIA, Property penjualan Villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, Food Court dan juga Barber Shop yang beralamat di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar.

    Hal ini diungkapkan kata advokat  yang pernah menjadi Ketua Tim Advokasi Cagub-Cawagub Mantra-Kerta pada Pilgub Bali 2018 silam. bukan sebagai bentuk pesimisme dirinya gagal terpilih.

    Namun ini sebagai bentuk fakta riil bahwa Ketua Umum POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini maju nyaleg bukan didasari ambisi dapat jabatan ataupun menjadi anggota legislatif sebagai profesi untuk memperkaya diri.

    Melainkan ia terpanggil sebagai calon anggota legislatif, penyambung lidah rakyat karena spirit pelayanan kepada masyarakat maupun juga kepada Tuhan lewat membantu masyarakat yang kesusahan.

    Jadi Anggota Legislatif Bukan untuk Cari Pekerjaan

    Terlebih advokat yang saat ini sedang menyelesaikan program S-3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini  secara ekonomi sudah sangat mapan.

    Berlabel advokat top bukan hanya di Bali tapi juga nasional dan namanya masuk di dalam 100 Advokat Hebat versi majalah PropertynBank, Togar sudah tak butuh lagi popularitas maupun penghasilan sebagai anggota legislatif.

    “Saya ingin jadi anggota legislatif bukan ingin cari duit  apalagi pekerjaan. Saya ingin ngayah untuk Bali yang juga telah memberikan saya banyak hal dan membesarkan nama saya. Saya ingin memberikan balas budi yang lebih besar bagi Bali dan masyarakat Bali,” ungkap Togar.

    Selama masa kampanye yang sudah berjalan, perjuangan Togar pun sudah maksimal dan totalitas. Saat kampanye door to door menyapa warga Denpasar, menyerap aspirasi ke komunitas-komunitas, semuanya berjalan lancar dan mendapatkan respon positif serta apresiasi warga.

    Diharapkan Togar juga mampu membawa perubahan bagi peningkatan peran anggota legislatif dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Bali.

    “Saya sudah berjuang maksimal. Jadi saya ikhlas kalau Tuhan beri saya suratan tangan jadi anggota legislatif itu adalah amanah,” kata Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini.

    “Kalaupun tidak jadi anggota legislatif saya tetap melayani masyarakat di kantor hukum saya sebagai Panglima Hukum,” ujar advokat yang kerap memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum ini.

    Ajak Caleg Siapkan Mental, Gagal Jangan Sampai “Gila”

    Ia pun berpesan yang terpenting disiapkan saat ini dan pasca 17 April bagi para caleg adalah kerendahan hati, sikap sportif, kejujuran dan kesiapan mental untuk menerima apapun hasilnya dalam Pileg kali ini.

    Jadi yang terpilih jangan terlalu euforia apalagi arogan sampai kerahkan massa untuk berpesta di jalanan. Bagi yang belum terpilih juga jangan stress, depresi apalagi jika sampai mengalami gangguan jiwa alias gila.

    “Jangan sampai jadi caleg kalah nanti malah ke Bangli (Rumah Sakit Jiwa Bangli-red). Kalau saya nothing to lose. Ikhlas apapun hasilnya,” kata caleg milenial yang dekat dengan generasi muda ini.

    “Apalagi keluarga (SJ) sangat mencintai saya dan mendukung apapun bentuk pelayanan yang saya lakukan untuk masyarakat,” tandas Togar Situmorang.

    Ajak Coblos Caleg Takut Dosa Agar Tak Korupsi

    Caleg milenial yang mempunyai tagline “Siap Melayani Bukan Dilayani” ini juga kembali menghimbau kepada masyarakat Bali khususnya Denpasar agar mengajak saudara-saudaranya, kawan, semua tetangga agar pada 17 April nantinya untuk menuju ke TPS. Jangan biarkan satu orang pun golput.

    Togar juga mengajak warga agar cerdas memilih calon wakil rakyat ke depan yakni setidaknya berpendidikan memadai, punya pekerjaan dan berpenghasilan cukup. Juga mereka harus bersih dalam artian tidak terlibat tindak pidana, bermoral baik. Dan yang tak kalah penting tidak tersangkut narkoba.

    “Kan saat ini banyak pejabat termasuk dewan yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK. Jadi pilih yang betul-betul taat agama, takut berbuat dosa agar tidak korupsi nantinya,” kata Togar Situmorang yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

    “Coblos Nomor 7 Kertas Warna Biru untuk DPRD Provinsi Bali. Untuk Legislatif yang Anti Korupsi & Anti Intoleransi,” ajak advokat yang saat terpilih sebagai anggota legislatif nanti ingin menggulirkan progam beasiswa pendidikan hingga kuliah sarjana (S-1) bagi anak perempuan yang berasal dari keluarga kurang mampu di Denpasar. (wid)

  • Tokoh Anti Korupsi dan Caleg PSI I Kadek Agus Mulyawan: Berpolitik Harus Bergembira, Bukan Militan Radikal

    Tokoh Anti Korupsi dan Caleg PSI I Kadek Agus Mulyawan: Berpolitik Harus Bergembira, Bukan Militan Radikal

    Klungkung (Panglimahukum.com)

    Caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung nomer urut 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) I Kadek Agus Mulyawan, S.H.,.M.H., mengajak ajang pesta demokrasi lima tahunan Pileg dan Pilpres 17 April 2019 ini agar dimaknai dengan politik bergembira.

    “Berpolitik dan ajang demokrasi harus dimaknai dengan riang gembira. Jangan juga terlalu militan dalam memperjuangkan calonnya di
    Pemilu 2019 sampai tak peduli apapun dengan berujar kebencian, hoaks atau fitnah, apalagi bersikap radikal,” kata Agus Mulyawan ditemui
    di sela-sela kampanye door to door menyapa warganya Klungkung, Senin (1/4/2019).

    Lawyer ternama di Bali yang juga dikenal sebagai Tokoh Anti Korupsi yang sangat intim memperjuangkan agar negara ini supaya bebas dari korupsi menyatakan untuk membangun sebuah pemerintahan yang bagus itu memang dibutuhkan orang-orang yang militan.

    Namun tentunya militan dalam perbuatan baik. Militan dalam menjadikan keadaan dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik bukan sebaliknya, militan untuk merusak bangsa ini.

    “Bagus kalau militan misalnya aktif terus membantu penegak hukum memberantas  korupsi dengan melaporkan mereka yang terindikasi kasus korupsi sehingga lama-lama mereka takut melakukan tindak pidana korupsi,” imbuhnya.

    Caleg PSI yang dikenal dengan dengan rakyat ini berpesan silahkan militan. Namun jangan sampai bertindak sebagai orang yang militan untuk menjelek-jelekkan orang lain, membenci pemimpin dan negaranya.

    “Militan yang hanya dipakai untuk mencaci, membenci, menghujat orang-orang yang tidak sesuai dengan pilihannya nah itu jelas melanggar hukum,” tutupnya. (wid)

  • Panglima Hukum Togar Situmorang Ajak Pakai Baju Putih Coblos Jokowi, Juga Pilih Caleg yang Takut Dosa

    Panglima Hukum Togar Situmorang Ajak Pakai Baju Putih Coblos Jokowi, Juga Pilih Caleg yang Takut Dosa

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Advokat senior dan Panglima Hukum”  Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. dan berpendapat ajakan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) meminta pendukungnya menggunakan kostum putih saat datang ke TPS pada 17 April 2019 karena Jokowi tidak ingin ada warga yang tidak memilih alias golongan putih (golput).

    “Apalagi Pemilu 2019 menghabiskan banyak anggaran hingga triliunan rupiah. Akan rugi besar jika masyarakat tidak berpartisipasi untuk menyalurkan hak suaranya,” kata Togar Situmorang ditemui di Law Office Togar Situmorang & Associates , Denpasar, Senin (1/3/2019).

    Pria yang juga caleg DPRD Provinsi Bali dapil Denpasar nomor urut 7 dari Partai Golkar itu pun mengajak pendukung dan pemilih Jokowi di Bali berbondong-bondong ke TPS dengan mengenakan baju putih lalu coblos Jokowi-Ma’ruf Amin.

    “Mari kita ke TPS dengan baju putih, dengan hati bersih dan hati nurani untuk juga memilih calon presiden yang bersih, tidak korupsi selama memimpin Indonesia dan juga merakyat yakni Jokowi,” ajak Togar Situmorang yang masuk di dalam 100 Advokat Hebat versi majalah PropertynBank.

    Ia mengatakan kostum putih sudah menjadi ciri khas Jokowi bersama cawapres Ma’ruf Amin yang juga mencerminkan ketulusan dan kebersihan hati mengabdi dan bekerja mensejahterakan rakyat Indonesia. Tidak ada niatan untuk memperkaya diri sendiri apalagi korupsi.

    “Diimbau menggunakan baju putih bermakna untuk putihkan Indonesia. Serta sucikan hati, jangan melihat perbedaan pilihan, karena kita semua satu bangsa,”jelas Togar Situmorang yang pernah menjadi Ketua Tim Advokasi Cagub-Cawagub Mantra-Kerta pada Pilgub Bali 2018 silam.

    Advokat yang saat ini sedang menyelesaikan program S-3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini juga menambahkan karena Pemilu Serentak (Pileg dan Pilpres) 2019  ini menghabiskan biaya triliunan, sangat rugi besar kalau rakyat tidak menggunakan hak pilihnya.

    Apalagi juga jika sampai salah pilih presiden dan wakil presiden serta para wakil rakyat di legalislatif semua tingkatan (DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi dan DPR RI) maupun DPD RI

    “Karena satu suata kita sangat menentukan arah negara ini ke depan,” kata Togar Situmorang yang juga Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jl. Tukad Citarum No. 5A Renon, Jl. Bypass Ngurah Rai No.407, dan juga merupakan rekanan OTO 27 yaitu bisnis usaha yang bergerak di bidang, Insurance AIA, Property penjualan Villa, Showroom Mobil, Showroom Motor Harley Davidson, Food Court dan juga Barber Shop yang beralamat di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar.

    Ketua Umum POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini juga menambahkan, yang sudah diatur oleh KPU adalah tidak boleh melakukan kampanye atau tidak boleh ada atribut di sekitar area TPS. Baik di dalam maupun sekitar.

    “Namun capres dan cawapres boleh-boleh saja mengerahkan pendukungnya untuk ke TPS, selagi tidak mengintimidasi dengan memaksa memilih paslon tertentu,” ujarDewan Penasehat Forum Bela Negara Provinsi Bali ini.

    Pilih Caleg Takut Dosa agar Tidak Korupsi

    Caleg milenial yang mempunyai tagline “Siap Melayani Bukan Dilayani” ini kembali menghimbau kepada masyarakat Bali khususnya Denpasar agar mengajak saudara-saudaranya, kawan, semua tetangga agar pada 17 April nantinya untuk menuju ke TPS. Jangan biarkan satu orang pun golput.

    Togar juga mengajak warga agar cerdas memilih calon wakil rakyat ke depan yakni setidaknya berpendidikan memadai, punya pekerjaan dan berpenghasilan cukup. Juga mereka harus bersih dalam artian tidak terlibat tindak pidana, bermoral baik. Dan yang tak kalah penting tidak tersangkut narkoba.

    “Kan saat ini banyak pejabat termasuk dewan yang kena OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK. Jadi pilih yang betul-betul taat agama, takut berbuat dosa agar tidak korupsi nantinya,” Togar Situmorang yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPKRI) Provinsi Bali ini.

    “Coblos Nomor 7 Kertas Warna Biru untuk DPRD Provinsi Bali. Untuk Legislatif yang Anti Korupsi & Anti Intoleransi,” ajak caleg milenial dan advokat dermawan yang kerap memberikan bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum itu. (wid)

  • Kasus Persekusi Supir Taksi Online di Bandara Murni Pidana, “Panglima Hukum” Togar Situmorang: Jangan “Digoreng” ke Isu SARA

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Advokat senior yang dijuluki “Panglima Hukum” Togar Situmorang, S.H.,M.H., M.AP., menegaskan bahwa kasus dugaan persekusi dan kekerasan fisik terhadap driver taksi online yang terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beberapa waktu lalu, murni tindak pidana.

    Pria yang juga caleg DPRD Bali dapil Denpasar nomor urut 7 dari Partai Golkar ini pun menyayangkan  ada pihak-pihak tertentu yang justru terkesan menggiring kasus ini ke isu SARA. Padahal, jelas-jelas bukti berupa video memperlihatkan adanya persekusi, pengeroyokan hingga kekerasan fisik.

    “Jangan dong digiring ke masalah suku, agama, atau ras tertentu. Ini murni tindak pidana,” tegas Togar Situmorang ditemui di Law Office Togar Situmorang & Associates, Denpasar, Minggu (31/3/2019).

    Ia bersama rekan-rekannya di Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 407 Sanur Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, menangani kasus ini secara profesional.

    Togar menjelaskan, korban yang merupakan driver taksi online dalam kasus tersebut, datang ke kantor hukumnya dan menceritakan secara detail serta memperlihatkan video pengeroyokan di areal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

    “Karena saya menilai kejadian tersebut adalah murni tindak pidana dan ada dasar hukumnya, maka saya bersama tim memutuskan untuk membuat laporan di kepolisian,” ungkap Situmorang Togar yang juga rekanan OTO 27, bisnis usaha yang bergerak di bidang, Insurance AIA, property penjualan villa, showroom mobil, showroom motor Harley Davidson, food court dan juga barber shop yang beralamat di Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar itu.

    Meninjaklanjuti Laporan Polisi Nomor LP-B/ 06/ III/ 2019/ Bali/ RestaDps/SekKwsUdr/ tanggal 17 Maret 2019, Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai kemudian menahan para tersangka dengan inisial KS dan IWM.

    Sayangkan Ada Provokasi

    Togar yang masuk daftar 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank ini bahkan memastikan, dirinya tidak mungkin melabrak etika profesi dalam menangani setiap kasus hukum.

    “Pada prinsipnya, dalam menjalankan tugas profesi sebagai advokat, kami terikat pada kode etik profesi advokat dan peraturan perundang-undangan. Kami tidak boleh menolak klien, karena perbuatan menolak klien sendiri merupakan pelanggaran terhadap sumpah/ janji advokat yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU Advokat,” papar Togar, yang pada Pilgub 2018 lalu dipercaya sebagai Ketua Tim Advokasi Pasangan Mantra Kerta.

    Togar yang sedang menyelesaikan studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini pun menyayangkan pihak-pihak tertentu yang malah memprovokasi dirinya bahkan dibenturkan dengan rakyat Bali.

    “Jangan dong kaitkan saya dengan kalimat ‘kalau saya membela taksi online berarti saya tidak membela rakyat Bali’. Itu salah besar!” ujarnya.

    “Kalau saja kasus itu dibalikkan, sopir taksi konvensional dikeroyok oleh sopir taksi online, lalu sopir taksi konvensional datang ke kantor hukum saya untuk meminta bantuan hukum, maka pasti juga saya akan membantu. Karena saya dan tim, bekerja sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” imbuh Togar Situmorang.

    Ia menambahkan, banyak sahabat-sahabatnya merupakan orang asli Bali. Seperti Ketut Putra Ismaya, Sekjen Laskar Bali yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPD RI Provinsi Bali nomor urut 32 hingga I Ketut Sudikerta, mantan Wakil Gubernur Bali yang sekarang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI nomor urut 4.

    “Mereka semua orang Bali. Mereka mengenal baik saya, mengenal baik kecintaan saya pada Bali. Jadi jangan percaya hoaks yang mengatakan bahwa saya pendatang tidak cinta orang Bali!” tutur caleg milenial yang mempunyai tagline “Siap Melayani Bukan Dilayani” itu. (wid)

  • OTO 27 “All Stop Solution”: dari Properti & Mobil Keren, hingga Layanan Hukum “Gratis” dari “Panglima Hukum” Togar Situmorang

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    OTO 27 bisnis usaha yang bergerak di Property dan Insurance AIA, Showroom Mobil, FoodCourt, BarberShop dan dalam waktu dekat ini juga akan membuka Showroom Motor Harley Davidson kini hadir menyapa masyarakat di Denpasar, Provinsi Bali.

    Acara Grand Opening OTO 27, Rabu (27/3/2019) diawali dengan doa bersama dan pemotongan kue oleh Ni Made Ayu Cning Artadi selaku pemilik bisnis usaha OTO 27 tersebut.

    Di sela-sela acara Ni Made Ayu Cning Artadi, wanita cantik muda yang sukses meniti karirnya di bidang marketing tersebut menjelaskan adanya bisnis usaha OTO 27 yang dibukanya di Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar Timur Bali akan memudahkan jangkauan konsumen atau masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan-kebutuhan yang dinginkan.

    Misalnya untuk masyarakat Denpasar dan Bali umumnya apabila ingin membeli property atau villa juga menjual mobil bekas baik tunai atau kredit dan Motor Harley Davidson nantinya dengan kondisi seperti baru dan harga terjangkau bisa mampir show room OTO 27.

    “Apabila ingin makan atau bersantai menikmati secangkir kopi juga bisa mampir di FoodCourt OTO 27,” imbuh Made Ayu Cning Artadi.

    Selain itu apabila ada masyarakat Bali yang juga menginginkan asuransi terbaik dan terpercaya untuk Individu seperti proteksi jiwa, tabungan dan investasi, kesehatan bahkan penyakit kritis bisa mendaftarkan dirinya di Insurance AIA.

    Grand opening OTO 27 tersebut juga dihadiri oleh advokat senior Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Denpasar Nomor Urut 7 bersama rekan-rekan Advokat dari Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jl. Tukad Citarum No. 5A Renon, Jl. Bypass Ngurah Rai No. 407 Sanur, Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Denpasar Bali.

    Hadir juga caleg DPR RI Partai Golkar No.4 sekaligus mantan Wagub Bali, Drs I Ketut Sudikerta, Calon DPD RI No.32 Ketut Putra Ismaya (KERIS), Ketua DPD FERARI Bali dan undangan lainnya.

    Layanan Hukum “Gratis” dari Panglima Hukum Togar Situmorang

    Dalam acara tersebut advokat Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P. yang masuk di dalam daftar 100 Advokat terbaik versi majalah PropertnBank ini juga menjelaskan, bisnis usaha OTO 27 ini dijamin halal dan merupakan bisnis yang strategis. Dimana masyarakat Bali atau wisatawan-wisatawan yang berlibur di Bali bisa mendapatkan banyak hal dalam satu tempat.

    Contohnya mau makan bisa, mau minum kopi bisa, mau cukur rambut dan akan dibangun 9 unit private villa keren di Cangu. Atau juga mau beli motor bisa, mau beli mobil bisa, mau daftar asuransi bisa.

    Yang lebih greget ya lagi apabila ada masyarakat yang tersangkut kasus hukum dan membutuhkan bantuan hukum secara profesional juga bisa. Sebab Law Office Togar Situmorang juga merupakan rekanan dari OTO 27.

    “Kan Mantul (Mantap Betul) itu!!!,” seloroh Togar Situmorang yang juga pernah menjadi Ketua Tim Advokasi Calon Gubernurda dan Calon Wakil Gubernur Mantra-Kerta pada Pilgub 2018 lalu.

    Advokat senior sekaligus caleg milenial yang punya komitmen dan tagline “Siap Melayani Bukan Dilayani” serta “Anti Korupsi dan Anti Intoleransi” ini akan turut serta mengawal bisnis di OTO 27.

    Advokat yang juga Dewan Penasehat Forum Bela Negara (FBN) Bali sekaligus Ketua POSSI Denpasar juga siap memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat Bali yang kurang mampu dan tertindas dalam penegakan hukum.

    “Congratulations for the Grand Opening of OTO 27. Semoga dengan adanya usaha OTO 27 ini merupakan satu-satunya tempat usaha Halal dalam satu tempat dan menjadi jaminan solusi dari berbagai macam kebutuhan bisnis di masyarakat tanpa takut ada masalah hukum karena ada saya “Panglima Hukum,” tutup Togar Situmorang yang memang dijuluki “Panglima Hukum” oleh masyarakat Bali. (wid)

  • Potret Politik Bergembira Oka Gunastawa bersama NasDem Buleleng, “Mencerahkan” bukan “Meresahkan”

    Buleleng (Panglimahukum.com)

    Jokowi Presidenku, NasDem Partaiku. Tagline itu berkali-kali menggema di Gedung Sasana Budaya Buleleng, Minggu (24/3/2019) saat hari pertama kampanye terbuka Pemilu 2019.

    DPD Partai NasDem Buleleng menyambutnya dengan menggelar deklarasi Komando Pemenangan Komando Jokowi-Ma’ruf Amin. Massa, kader dan caleg NasDem dari seluruh Buleleng tampak tumpah ruah memenuhi Gedung Sasana Budaya Buleleng ini.

    Tampak hadir pula Ketua DPW Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa bersama jajaran, Ketua DPD Partai NasDem Buleleng I Made Suparjo bersama jajaran, pendiri ormas Nasional Demokrat Kabupaten Buleleng I Nyoman Sutadana para Ketua DPC Partai NasDem se-Kabupaten Buleleng dan seluruh caleg Partai NasDem Buleleng.

    Seolah tak salah memilih tempat pagelaran, acara tersebut benar-benar dimeriahkan penampilan berbagai atraksi seni dan budaya rakyat. Ada tari Sekar Jagat, rindik dari Desa Dencarik, baleganjur balanada dari Desa Temukus dan atraksi Hanoman dari Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada.

    Suasana politik bergembira yang menjadi trend yang dipelopori dan dipopulerkan NasDem benar-benar nyata terasa sepanjang acara berlangsung dalam nuansa budaya tersebut.

    Partai besutan Surya Paloh ini menunjukkan jati diri sendiri partai baru dengan mengedepankan cara-cara baru berpolitik. NasDem menempatkan rakyat juga sebagai subjek demokrasi bukan objek serta dalam suasana penuh suka cita bukan duka cita menyambut pesta demokrasi lima tahunan ini.

    Politik Bergembira NasDem Penuh Narasi Mencerahkan

    Ketua DPD Partai NasDem Buleleng I Made Suparjo  pada awak media menjelaskan memasuki kampanye pemilu 2019 ingin menguatkan pesan politik bergembira baik pada seluruh caleg maupun seluruh kader NasDem Buleleng.

    “Ini ajakan untuk semua kalangan untuk bersama-sama mewujudkan Pemilu Damai 2019”, ujar Suparjo yang juga caleg DPRD Provinsi Bali dapil Buleleng nomor urut 1 ini.

    Ia lantas menjelaskan kontetasi politik 2019 sudah semestinya diisi dengan narasi yang mendidik dan mencerahkan. Masyarakat membutuhkan informasi positif agar tidak terjebak dalam situasi berlawanan satu dengan lainnya. Sebab bagaimanapun pemilu itu adalah pesta rakyat jadi harus disambut dengan gembira.

    “Boleh bersaing tapi harus sehat. Kita ajak masyarakat berpartisipasi secara luas dengan menggunakan pendekatan yang menguatkan terealisasi cita-cita perubahan di Buleleng”, lanjutnya.

    Buleleng sebagai lumbung suara terbesar di Bali memang menjadi kabupaten idola seluruh partai politik. Seluruh energi dan kekuatan dikerahkan seoptimal mungkin untuk meraih suara besar. Tak jarang kemenangan di Buleleng menjadi tolak ukur kemenangan bagi partai politik.

    “Politik bergembira ini menjadi kekuatan NasDem untuk mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi dalam pemilu. Kita akan memotori terwujudnya pemilu damai”, tutupnya. (ydn)

  • Tokoh Anti Korupsi dan Caleg PSI Kadek Agus Mulyawan : Optimis PAD Klungkung Terkuat di Bali

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Kabupaten Klungkung saat ini tercatat sebagai salah satu Kabupaten dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah) terkecil di Bali. Namun dalam tiga tahun belakangan kenaikan PAD Klungkung mencapai 100 persen atau dua kali lipat.

    Melihat kondisi ini  I Kadek Agus Mulyawan, S.H.,M.H., Calon DPRD Provinsi Bali, Dapil Klungkung, Nomor Urut 1 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) optimis PAD Klungkung ke depan bisa terus meroket. Bahkan ia bercita-cita PAD Klungkung bisa jadi paling kuat di Bali.

    “Saya yakin kedepan kita tidak akan kalah dengan daerah Badung yang pertumbuhan PAD tertinggi,” kata Agus Mulyawan saat ditemui di sela-sela acara pembukaan kampanye terbuka di Lapangan Renon, Denpasar, Minggu (23/3/2109).

    Optimisme ini bukan sekadar harapan semu atau isapan jempol. Sebab saat ini sektor pariwisata di Klungkung makin berkembang terutama di Pulau Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan dan lainnya.

    Keberadaan destinasi pariwisata yang mulai bergeliat ini diyakini  mampuongkrak (PAD) Klungkung. “Tentunya kita berharap PAD terus bertambah. Untuk itu kita tidak boleh duduk-duduk saja. Gali terus ide sebanyak-banyaknya dan kerja, kerja, kerja untuk pariwisata Klungkung,” ucap pegiat anti korupsi ini penuh semangat.

    Namun ia juga menyoroti tiga masalah infrastruktur dasar seperti air, listrik dan jalan yang jadi faktor penghambat utama lambatnya pariwisata Nusa Penida dan sekitarnya untuk berkembang maju.

    Karenanya ia mendorong pembangunan infrastruktur yang ditujukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bali perlu dikaji juga relevansinya secara lebih adil agar Nusa Penida juga mendapat perhatian bukan dianaktirikan.

    “Nanti kan kita bisa berkoordinasi ke pusat soal infrastruktur ini. Maka bukan hal yang tidak mungkin akan lebih banyak wisatawan yang memilih melakukan destinasi ke Kabupaten Klungkung karena akses yang lebih cepat dan tidak macet akan menjadi nilai tambah bagi wisatawan,” kata Agus Mulyawan yang juga advokat senior ini.

    Ia menambahkan, banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan PAD Klungkung. Tentunya penerimaan pajak merupakan bagian terpenting dari penerimaan pemerintah. Namun dibuat terobosan penerimaan negara bukan pajak.

    Di samping juga menjaring wajib pajak baru melalui pendataan dan pendaftaran atau menggali pajak baru. Seperti pengembangan desa wisata dapat terus dilakukan serta upaya pengembangan transaksi online dan lainnya untuk mendorong penerimaan pajak.

    Kawal Kekompakan Eksekutif dan Legislatif Bangun Klungkung

    Namun upaya meningkatkan PAD Klungkung dan mempercepat kesejahteraan masyarakat Klungkung perlu sinergitas semua pihak, utamanya kekompakan pihak eksekutif dan legislatif. Sebab relasi serta pola hubungan legislatif dan eksekutif itu bersifat kemitraan.

    Artinya bahwa hubungan kerja antara legislatif dan eksekutif didasarkan atas kemitraan yang sejajar. Pemerintah Kabupaten dan DPRD merupakan mitra kerja yang sifatnya saling mendukung dalam melaksanakan segala fungsinya masing-masing.

    “Sehingga produk yang dihasilkan akan menjadi yang terbaik, baik itu yang didapat dari sudut pandang legislatif maupun eksekutif, “ungkap lawyer dan politisi yang dikenal vokal dan punya gagasan cemerlang untuk Bali.

    Nyaleg ke DPRD Bali dapil Klungkung dari PSI, Agus Mulyawan pun berbekal segudang cita-cita dan perjuangan untuk membangun Klungkung dan Bali pada umumnya.  Sebagai tokoh anti korupsi tentunya  ia mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersi (anti korupsi).

    Lalu membuat masyarakat Klungkung menjadi lebih sejahtera dari sisi  ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pembangunan  sumber daya manusia.

    “Saya akan kawal kedua lembaga ini baik eksekutif dan legislatif agar menyelenggarakan urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya yang merupakan implementasi dengan diberlakukannya undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ” tandas Agus Mulyawan. (dan)

  • “Panglima Hukum” Togar Situmorang: Elit Jangan Jadi “Otak Pelaku Teror” dalam Pesta Demokrasi

    Denpasar (Panglimahukum.com)

    Masa kampanye terbuka/kampanye dengan pengerahan massa dalam jumlah besar di tempat terbuka telah dimulai sejak Minggu (23/3/2019). Pembukaan kampanye terbuka ini pun berlangsung cukup meriah melalui berbagai rangkaian acara yang digelar KPU Bali di areal Lapangan Renon, Denpasar Minggu pagi hingga malam.

    Namun tentu pelaksanaan kampanye terbuka ini menyimpan kerawanan dan potensi gesekan tersendiri karena ada pengerahan massa dalam jumlah besar. Jangan sampai terjadi konflik vertikal maupun horizontal.

    Untuk itu advokat yang juga pemerhati kebijakan publik Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., yang sekaligus juga caleg milenial maju ke DPRD Bali dapil Denpasar nomor urut 7 dari partai Golkar mengingatkan agar pihak kepolisian mampu mengantisipasi hal tersebut.

    “Aparat keamanan harus super waspada. Jangan hanya karena pesta demokrasi masyarakat yang akan rugi dan jadi korban,” kata advokat senior ini saat ditemui di kantor hukumnya, Law Firm Togar Situmorang & Associates di Denpasar, Senin (25/3/2019).

    Advokat yang dijuluki “panglima hukum” yang juga Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini mengingatkan aparat keamanan jangan sampai kecolongan. Jadi keamanan dan kondusivitas harus jadi prioritas utama.

    “Tapi tidak cukup kewaspadaan dan kesigapan pihak Polri dan TNI dalam mengamankan Pemilu di Bali, tapi butuh komitmen kita semua. Utamanya ya para elit partai politik dan caleg bersangkutan,” kata Togar mengingatkan.

    Jangan Intimidasi Rakyat

    Ia juga mengimbau para elit politik jangan malah jadi “otak pelaku teror” dalam pesta demokrasi ini. Biarkan rakyat larut dalam suka cita bukan duka cita.

    Biarkan rakyat bebas memilih sesuai hati nurani dan keyakinannya. Jangan ada intimidasi hanya karena beda pilihan. Sebab ini juga bisa berujung pada perpecahan, konflik horizontal maupun vertikal.

    “Demokrasi itu kan ibarat laskar pelangi. Beda warna ini yang buat indah. Kalau satu warna partai politik kan namanya bukan demokrasi,” kata caleg dengan komitmen “Anti Korupsi dan Anti Intoleransi” serta “Siap Melayani Bukan Dilayani” ini.

    Tolak Hoaks dan Kampanye Hitam

    Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Bali ini juga berharap setelah pembukaan kampanye akbar atau kampanye terbuka ini juga terjadi pola kampanye yang santun, sejuk dan damai.

    Tidak boleh ada lagi kampanye hitam atau kampanye dengan hoaks atau kabar bohong untuk membunuh karakter satu orang kandidat capres-cawapres maupun juga para caleg ataupun serangan terhadap organisasi dan parpol tertentu.

    “Kami harapkan tidak ada kampanye hoax, kampanye hitam, serangan secara pribadi baik terhadap profesi caleg yang akan dipilih masyarakat Bali,” tandas Ketua Umum POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) Kota Denpasar ini. (wid)